Assalamualaikum Teman-teman semuaaa....
Nah kali ini saya akan kasi
dasar-dasar fotografi bagi kalian yang ingin mempelajari apa sih itu fotografi? gimana sih cara memahaminya?. Yuk langsung aja kita baca.
(By my pict)
Fotografi adalah melukis
dengan cahaya. Jadi esensi dari fotografi adalah
cahaya. dasar dari sebuah
fotografi adalah bagaimana
seoptimal mungkin kita menyeting tingkat pencahayaan (exposure) yang masuk ke
kamera
kita, sehingga memperoleh pencahayaan yang pas, tidak kelebihan cahaya (Over Exposure) atau kekurangan
cahaya (Under Exposure).
ada 3 pengaturan kamera yang mempengaruhi tingkat exposure kamera yaitu Shuter
Speed, Aperture
dan ISO. Ketiga pengaturan dasar tersebut sering dinamakan TRIANGLE FOTOGRAFI atau SEGITIGA FOTOGRAFI.
a. Shutter Speed
(Kecepatan Rana)
Shutter Speed adalah kecepatan terbuka sampai tertutupnya tirai (rana)
atau dengan kata lain lamanya waktu penyinaran sensor pada kamera digital,
dan film pada kamera
konvensional. Shuter Speed dinyatakan dengan angka-
angka: 1,
1/2, 1/4, 1/8, 1/16,
1/32, 1/64, 1/125, 1/250,
1/500, 1/1000, dan seterusnya.
Satuannya
adalah detik, jadi 1/100 artinya 1/100 detik.
b. Aperture (Diafragma)
Aperture adalah ukuran
besar kecilnya bukaan
lensa.
Lensa berfungsi
memasukkan dan meneruskan cahaya ke sensor atau film. Ukuran
besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 1,8 ; 2,8; 3,5 ; 4; 5,6 ; 7,1 dst. angka angka tersebut dikenal sebagai f-number atau biasa
disebut aperture (bukaan): f/1.8 ;
f/2,8; f/3,5 ; f/4; f/5,6 ; f/7,1 dan seterusnya.
Semakin besar bukaan lensa semakin kecil f-numbernya sebaliknya semakin kecil bukaan
semakin besar
f-number nya jadi f/4 lebih kecil bukaannya daripada f/1,8.
c. ISO/ASA (Tingkat Kepekaan
Sensor)
ISO adalah tingkat kepekaan sensor atau
film dalam merekam cahaya. Pada kamera digital dituliskan dengan angka 100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya. Peranan
ISO juga penting,
semakin tinggi ISO
yang
digunakan,
maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan
kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise atau pun grain yang dihasilkan.
Nahh Ada lagi nih yang harus kalian ketahui selain segitiga Exposure ini. yaitu Matering.
Matering adalah proses mengukur seberapa terang objek foto supaya kamera bisa mendapatkan exposure yang tepat (tidak over dan tidak under).
Gambar Matering Pada Camera DSLR
Bagi para profesional, sebelum memotret mereka
selalu
mengukur cahaya dengan alat khusus bernama Light Meter. Alat ini berupa
sensor yang peka cahaya dan bisa menghitung berapa nilai shutter dan
aperture untuk
berbagai suasana, baik terang atau
gelap. Cahaya yang diukur tentu sama dengan cahaya yang mengenai obyek (dinamakan incident light) dan menjadi patokan seberapa terang cahaya sekitar di saat itu. Itulah
yang dinamakan
metering menurut para profesional.
Semoga Bermanfaat >.<