Sbyss

Blog tentang Kamera dan Multimedia

  • Home
  • MultiMedia
  • Teknologi Informasi

Senin, 30 September 2019

Home » multimedia » Dasar-dasar Fotografi

Dasar-dasar Fotografi

  Yunanda     Senin, 30 September 2019
Assalamualaikum Teman-teman semuaaa....
Nah kali ini saya akan kasi dasar-dasar fotografi bagi kalian yang ingin mempelajari apa sih itu fotografi? gimana sih cara memahaminya?. Yuk langsung aja kita baca.


(By my pict)


    Fotografi adalah melukis dengan cahaya. Jadi esensi dari fotografi adalah cahaya. dasar dari sebuah fotografi adalah bagaimana seoptimal mungkin kita menyeting tingkat pencahayaan (exposure) yang masuk ke kamera kita, sehingga memperoleh pencahayaan yang pas, tidak kelebihan cahaya (Over Exposure) atau kekurangan cahaya (Under Exposure).

    ada 3 pengaturan kamera yang mempengaruhi tingkat exposure kamera yaitu Shuter  Speed, Aperture  dan  ISO.  Ketiga  pengaturan dasar tersebut sering dinamakan TRIANGLE FOTOGRAFI atau SEGITIGA FOTOGRAFI.

a.    Shutter Speed (Kecepatan Rana)

    Shutter Speed adalah kecepatan terbuka sampai tertutupnya tirai (rana) atau dengan kata lain lamanya waktu penyinaran sensor pada kamera digital, dan film pada kamera konvensional. Shuter Speed dinyatakan dengan angka- angka:  1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dan seterusnya.  Satuannya adalah detik, jadi 1/100 artinya 1/100 detik.



b.   Aperture (Diafragma)

  Aperture adalah ukuran besar kecilnya bukaan lensa.  Lensa berfungsi memasukkan  dan  meneruskan  cahaya  ke  sensor  atau  film.  Ukuran  besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 1,8 ; 2,8; 3,5 ; 4; 5,6 ; 7,1 dst. angka angka tersebut dikenal sebagai f-number atau biasa disebut aperture (bukaan): f/1.8 ; f/2,8; f/3,5 ; f/4; f/5,6 ; f/7,1 dan seterusnya. Semakin besar bukaan lensa semakin kecil f-numbernya sebaliknya semakin kecil bukaan semakin besar f-number nya jadi f/4 lebih kecil  bukaannya daripada f/1,8.


c.    ISO/ASA (Tingkat Kepekaan Sensor)
 
     ISO adalah tingkat kepekaan sensor atau film dalam merekam cahaya. Pada kamera digital dituliskan dengan angka 100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya.  Peranan ISO  juga  penting,  semakin  tinggi  ISO  yang  digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise atau pun grain yang dihasilkan.

Nahh Ada lagi nih yang harus kalian ketahui selain segitiga Exposure ini. yaitu Matering.

Matering adalah proses mengukur seberapa terang objek foto supaya kamera bisa mendapatkan exposure yang tepat (tidak over dan tidak under). 

Gambar Matering Pada Camera DSLR

Bagi  para  profesional,  sebelum  memotret  mereka  selalu  mengukur cahaya dengan alat khusus bernama Light Meter. Alat ini berupa sensor yang peka cahaya dan bisa menghitung berapa nilai shutter dan aperture untuk berbagai suasana, baik terang atau gelap. Cahaya yang diukur tentu sama dengan cahaya yang mengenai obyek (dinamakan incident light) dan menjadi patokan seberapa terang cahaya sekitar di saat itu. Itulah yang dinamakan metering menurut para profesional. 




Semoga Bermanfaat >.<













By Yunanda di September 30, 2019
Label: multimedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jam

Recent Posts

Memuat...

Popular Posts

  • Berbagai Jenis Kertas Sertifikat
  • Sejarah Photography
  • Beberapa spot foto ketika mengunjungi Ke NTT (Nusa Tenggara Timur)
  • pahami APA ITU Fotografi Landscape (LS)?
  • Apa sih itu Photography?

Labels

Informasi multimedia

About

Penulis berasal dar provinsi Riau,Kabupaten Rokan Hilir. Lahir pada Akhir Bulan Mei,2002 di Batam,Kepulauan Riau. Instagram Penulis : @salsabillaa__29 ^.^

Web Links

  • \

Follow by Email

Tanya Kami